Ogilvy anti smoking ad campaign Chanting Lighter TVC

Secara definisi, social marketing dapat diartikan sebagai :

  • the adaptation of commercial marketing technologies to create programs designed to influence the voluntary behaviour of target audiences to improve their personal welfare and that of the society of which they are a part.          
  • Strategi dan implementasi untuk merubah perilaku sosial menggunakan prinsip-prinsip marketing, bertujuan untuk meningkatkan penerimaan dan merubah perilaku atas ide-ide sosial kepada masyarakat (kelompok sasaran)
  • Sebuah proses untuk mempengaruhi tingkah laku manusia pada skala besar, menggunakan prinsip-prinsip pemasaran untuk tujuan keuntungan sosial dibandingkan tujuan komersil. (Smith, 1999)
  • Sebuah strategi untuk merubah perilaku. Ia mengkombinasikan elemen-elemen terbaik dari pendekatan tradisional menuju perubahan dalam sebuah perencanaan yang terintegrasi dan sebuah perencanaan kerja, dengan menggunakan keahlian teknologi komunikasi dan kemampuan marketing. (Philip Kotler and Eduardo L. Roberto, 1989)

Dari beberapa definisi diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa social marketing adalah strategi yang digunakan untuk memasarkan produk-produk non komersial atau social product dengan tujuan akhir untuk mengubah perilaku sosial masyarakat. Produk Non-Commercial dapat diartikan sebagai Produk yang dilempar ke pasaran dengan tidak mencari keuntungan semata, tetapi lebih pada aspek pemasyarakatan produk tersebut, contoh: alat KB, Gerakan daur ulang, gerakan menolak korupsi.

Dalam social marketing, produk tidak dapat diidentifikasikan dengan mudah, karena produk yang akan dipasarkan tidak selalu berupa barang yang nyata atau jasa yang dapat dirasakan secara langsung oleh konsumennya (target adopter). Produk  dalam social marketing lebih luas dan variatif  dari produk yang akan dipasarkan oleh pemasaran komersial. Hal tersebut dikarenakan produk dalam social marketing dapat berupa ide atau menawarkan kebiasaan baru. Selain itu, bila produk dalam social marketing berupa produk konkret, produk tersebut merupakan produk yang jarang digunakan oleh masyarakat, misal: alat KB untuk pria.

Kotler (1989) menyatakan produk dari social marketing adalah produk sosial (social product), yang terbagi menjadi 3 bagian besar : Idea (ide), Practice (kebiasaan baru), Tangiable object (produk konkret). Sehingga dapat disimpulkan perbedaan social marketing dan commercial marketing adalah sebagai berikut :

Kriteria Social marketing Commercial Marketing
Produk Perubahan Perilaku Barang dan jasa
Tujuan Peningkatan individu atau sosial Peningkatan finansial
 

Segmentasi

Kelompok/individu    yang    dipandang

memiliki permasalahan secara sosial

Kelompok/individu  yang  mampu

meningkatkan penjualan produk

 

Kompetitor

Perilaku  sebelumnya  ataupun  perilaku

lain yang lebih disukai. Serta perasaan akan keuntungan perilaku tersebut

Diidentifikasi  sebagai  organisasi

lain          yang          menawarkan barang/jasa sama

 

Sayangnya di Indonesia pembuatan program social marketing masih terpaku dengan yang namanya event, seminar atau kegiatan. Padahal social marketing yang pada dasarnya mengadaptasi cara-cara pemasaran pada umumnya bisa dilakukan dengan cara lain seperti pengggunaan iklan.

nah…sekarang coba kita liat video ini :

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=sqH_hqzdZqs[/youtube]

Di India, ada sebuah iklan televisi (TVC) tentang campaign anti rokok yang dibawakan secara unik dan mengena. Dalam video ini diceritakan bahwa setiap warung kelontok di India memiliki alat pematik api yang biasa digunakan para pembeli rokok.

Si Social marketer mengganti pemati api itu, sehingga saat dipencet tidak mengeluarkan api, tapi mengeluarkan bunyi yang dalam bahasa Indonesia berarti “Jangan merokok, merokok bisa membuatmu mati cepat”.

Beberapa orang menganggap kampanye ini sangat baik dan efektif. Tapi tentunya ada juga yang menanggapi negative karena kita tahu sendiri merokok adalah hak manusia. Tapi setidaknya kita bisa mengambil pelajaran disini, bahwa Indonesia juga bisa sekreatif mereka dalam melakukan kampanye sosial.

(Naima. K.Nisa)

atau bisa diunduh di sini : Anti Merokok Social Marketing

Video

Finish Your Food

Kampanye Sosial dari mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya.

Sebuah ajakan tentang bagaimana pentingnya menghabiskan makanan untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Silakan disimak, semoga bermanfaat.

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=atLmoGIAj4A[/youtube]

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=2xg98MbP_VU[/youtube]