Ada Apa di PPTI

            Sudah pernah saya katakan sebelumnya bahwa PPTI itu mirip hotel bintang lima. Semua ada, All in one istilah kecenya. Tempat ini nggak cuma kantor, tapi juga merangkap sebagai kamar tidur, warung game online, tempat ngopi gaul, tempat karaoke, nobar, restoran, dan terkadang menjadi tempat olah raga.

            Betapa enaknya tinggal di kantor. Setelah jam kerja habis, bebas menggunakan komputer, mau dari ukuran 14 inci sampai segede home teather juga ada. Mau main dota atau pertandingan bola yang entah apa namanya itu juga boleh, mau nonton film, TV monggo.

Capek, atau laper tinggal ke pantry. Oiya cerita sedikit, ada banyak keajaiban di pantry PPTI. Pertama, ada kulkas berisi minuman dan makanan yang boleh diutang, kami menyebutnya kantin kejujuran, sayangnya divide administrasi lebih sering kekurangan uang kulkas ketimbang laba, hahahaha.

Kedua, ada tersangka yang sampai saat ini nggak ngaku telah menggosongkan ceret sampai airnya kering, dan gagang ceretnya meleleh karena ditinggal main dota dan lupa kalau lagi masak air. Ketiga, kita sering sekali kehilangan sendok makan. Bahkan dua lusin yang saya beli sekitar bulan Mei lalu telah habis tanpa sisa, saya curiga teman-teman saya ada yang doyan sendok stenlistil.

Ngantuk, tinggal tidur, bisa pakai sofa di helpdesk, atau sofa ruangan Pak Arief. Ada juga kasur lipat di musola yang sempat saya ompolin pakai teh kotak dulu pas masih baru, gara-gara saya kecapekan habis nganterin tamu ke bandara Surabaya, saya ketiduran pas minum teh kotak, bangun-bangun badan basah semua.

Mau mandi, monggo ada dua kamar mandi, lengkap dengan sabun, sikat gigi, dan shampo hasil colongan dari hotel tempat kita nginep pas ada acara atau rapat, hahahaha. Mau masak enak, juga bisa! akhir-akhir ini Dame dan Bu Win, istri pak Arif setiap malam menyempatkan diri membuat nasi goreng untuk mas-mas yang emang betah di kantor sampai malam.

Bahkan saya sempat meracuni mereka dengan capcay acak adul buatan saya yang asinnya minta ampun gara-gara ketumpahan garam. Wkwkwkw, tapi herannya tetep aja habis. Biasanya acara makan begini lebih asyik diiringi musik dan karaokean di tengah ruanganan. Ditemani organ, gitar dan satu set sound system lengkap entah dari mana datangnya, saya tidak pernah paham.

Karena yang bisa main organ dan gitar cuma segelintir, dan lagunya itu-itu saja, akhirnya mereka mengandalkan youtube, jadilah bener-bener karaoke kaya di inul vista. Bak penyanyi kawakan, mereka nggak peduli suara secempreng apa kedengeran sampai lantai satu di malam hari.

Berhubung di kantor itu merupakan ruangan ber AC, mas-mas yang emang pecandu nikotin rokok itu punya ruang tersendiri di belakang, mereka menyebutnya ruang rokok,. Tempat itu biasanya buat rapat nyantai, main gaple kalau uda sore atau sekedar kempas kempus sambil ngopi.

Oiya, nyamannya lagi tuh PPTI buka 24 jam nonstop, selalu ada orangnya, tidak pernah kosong. Dan aman, ninggalin barang apa aja juga nggak bakal ilang. Kalau BB ilang disini sudah biasa, paling-paling statusnya berubah alay terus tiba-tiba BB balik lagi ke meja si pemilik.

CCTV terpasang disetiap sudut, jadi bakalan ketauan kok aktifitas sehari-hari, termasuk malam hari atau ada sesuatu yang mencurigakan. Termasuk saat kita utik-utik upil, garuk-garuk pantat atau sekedar ngebuka facebook saat jam kerja, hahahaha.

Sepertinya PPTI itu bukan kantor yang menyerupai hotel bintang lima. Lebih tepatnya mungkin PPTI itu sebenarnya adalah hotel bintang lima yang didesain mirip kantor. Ah apalah itu bentuknya, yang pasti tempat ini adalah tempat ternyaman kedua saya setelah kamar kost berukuran 3×3 dengan penjaga kost super ganteng di Mertojoyo blok N nomer sekian. Hehehe.

 

donwload : 2 Ada Apa di PPTI