Munarman (Jubir FPI) Siram Sosiolog Tamrin Tomagola di TVone

Beginilah indonesia…

Ketawa dulu aaah, nggak cuma anak kecil yang sebel sama temannya terus main jotos, siram atau apa, orang tua macam mereka berdua ini juga sama. Perdebatannya cuma masalah “Apakah Hiburan Malam akan ditutup saat bulan puasa?”

Pedebatan antar yang mengaku menjungjung agama dengan orang sosiolog dan politik ini terlampau seru kalau saya ceritakan lewat tulisan, mending anda lihat sendiri di tayangan ini, bagamana mereka bertengkar di saat LIVE TV One, dan siram-siraman teh anget..anget buuk, langsung ke muka!

Seru kan? Lihat yuk…

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=NFy8zMn-cPw[/youtube]

Komentar saya hanya satu, “setiap orang punya kepentingan yang mendasari segala perkataanya, dan itulah yang membuat mereka berdua sok yakin dengan “framing”-nya masing-masing”

 

Ah Indonesia, hidup disini seperti diberi tontonan lawak setiap hari!

Puisi Salman – Tanah Surga Katanya

Bukan lautan hanya kolam susu … katanya.
Tapi kata kakekku, hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu.

Kail dan jala cukup menghidupimu… katanya.
Tapi kata kakekku, ikan ikan kita dicuri oleh banyak negara.

Tiada badai tiada topan kau temui … katanya.
Tapi kenapa ayahku tertiup angin ke malaysia.

Ikan dan udang menghampiri dirimu. .. katanya.
Tapi kata kakekku, awas ada udang di balik batu.

Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman … katanya.
Tapi kata dokter intel, belum semua rakyatnya sejahtera, banyak pejabat yg menjual kayu dan batu untuk membangun surganya sendiri.

Telat banget aku nonton ni pilem,,,wkwkwkwkw

tapi suer merinding, terharu sekaligus emosi! Puisi yang keren, pilihan ada di kita sendiri, membangun surga untuk negeri atau surga untuk sendiri.

Silakan pilih!

Suka Baca Buku Tapi Pelit

Hobi baca buku tapi nggak modal…? Menyesalah kemudian!

Itu yang saya alami saat ini, kamu tau kenapa? Soalnya saya hobiiiii bgt baca, tapi kebanyakan yang saya baca adalah buku pinjaman. Boleh minjem perpus, teman atau diam-diam menghabiskan satu buku di Gramedia selama berjam-jam, beridiri pula.

Nyesel, pake bangeeet! Bisa percerita, tapi g punya bukti..wkwkwkw *terlalu prestis

Bodo amaaaat, yang pasti saya sudah pernah baca Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna dan keduanya boleh minjem temen! Terus pas keluar trilogi terakhirnya Rantau 1 Muara, saya mau beli bingung…kok rasanya nanggung cuma punya buku terakhirnya, nggak punya dua yg lama. Tapi kalau mau pinjem kok sungkan, mau baca di Gramed kok bisa tiga hari tiga malam ga pulang…dan saya pengen beli ketiganya langsung aja (ngeliat dompet, kosong!). Wkwkwkwkw, kode ke pacar aaah!

13680386772102129949

 

Ga cuma masalah minjem meminjem, saya sering sekali perhitungan dalam membeli buku (tabiat sifat pelit dari SMP) yg saya beli kebanyakan yang diskonan, jadul dan kebanyakan ga laris. Wkwkwkwkw

Terus giliran novel yang laris yang sering saya baca resensinya di halaman belakang buku cuma bisa saya nikmati di toko buku. Daaaaaan menyesallah kemudian karena tiba-tiba buku itu jadi pilem sudah! Kasusnya ada di novel Refrain karangan Winna Efendi. Saya liat novel itu sudah sejak 2009, dan setiap kali ke Gramed atao toga mas, saya menimang2 tuh novel, beli engga, beli, nggak makan enak, nggak beli, menyesal deh sekarang. Wwkwkwkw.

Dan saya juga mau beli novel ini dari pada nonton film-nya! *kode lagi ke pacar aaaaah

cover refrain_separasi

 

Teruuuus..entah kenapa akhir-akhir ini semangatku mbolang keluar lagi setelah punya handycam murahan hasil ngutang dan dua novel backpaker yang teteeep berlatar cerita cinta! Langsunglah saya kilaf, kilaf yang menyenangkan karena saya lari ke toko buku dan membeli bukunya Trinity yang jadul abis dan baru saya punya, dan baru seri ke satunya, padahal masih ada tiga seri bukunya lagi tentang traveler, backpaker dan keliling dunia. Mauuuuuuu! (mau bukunya sekaligus keliling dunianya!) *kode lagi ah sama pacar

images

 

Sekarang saya putuskan nggak pelit-pelit lagi beli buku! Bodo amat nggak bisa makan enak (keliatan banget suka makan). Bodo amat nggak nonton bioskop sama anak2 kantor yang hampir seminggu sekali ke sana, bodo amat tabungan amblas jadi buku!

Ah pacar, kodeku nyampe ga??? wkwkwkwkw

*sekarang saya punya keinginan, jadi inget status BBM ato twitter kemarin “#passion itu semacam kenikmatan utik-utik upil yang dibayar, yakin deh nggak akan berhenti ngupil!” ternyata passion saya itu baca buku, dibayarin (semoga! Kode ke pacar lagi) daaaaan kalau itu terwujud, saya maunya cuma baca sama nulis aja, nggak usa kerja! *toyor kepala sendiri

Supaya Blog UB kita Bisa dikomen…

Saya kerja di mana sih sampai baru tahu cara membuka lock komen di wordpress ub biar orang lain bisa langsung komen dipostingan kita tanpa harus login dulu…

Memalukan!hahahaha

Caranya gampang. Mari ikuti saya :

1. buka dashboard wordpress anda

2. klik setting

3. pilih discussion

4. nah itu kan banyak yang centang-centang gitu, di bagian “Other comment settings” pilihan “

5. untuk mengamankan komen dari spam silakan liat di”Before a comment appears” pastikan menu “Comment author must have a previously approved comment” telah anda centang

6. jangan lupa klik save setelah selesai.

 

Daaaaaaaan…blog andapun bebas di komen orang! Menyesalnya saya baru tau sekarang!

wkwkwkwkw, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali kan??? *menghibur diri

 

Video

Semangat Mahasiswa Difabel

Sejak tahun 2011 lalu, Universitas Brawijaya membuka kesempatan bagi teman-teman disabilitas/difabel untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Salah satunya adalah Yohana, peserta X-Factor yang pernah saya tulis kisahnya di blog ini. Dan kali ini saya menemukan sebuah video yang di upload oleh tim PPTI yang berkisah tentang mereka juga. Terima kasih pak Raden Arif untuk videonya.

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=6c8wdCJ7A2E[/youtube]