Diet Mayo

Lagi-lagi masalah berat badan…

Hari itu saya makan siang di FISIP sekalian bertemu teman-teman lama yang masih berperang dengan skripsi dan ada juga yang mengabdi di sana. Berawal dari sindiran teman-teman tentang badan teman saya bernama otik yang tambah kerempeng (asli dulunya uda kecil). Lalu dia mengaku habis menjalani diet mayo selama 13 hari, akhirnya saya dan beberapa teman lain penasaran.

Diet Mayo itu diet dengan pantangan garam dan minyak. Wow, perut saya langsung mules! Tapi Otik bilang diet ini manjur banget, dia turun 5 kg selama 2 minggu. Tambah penasaran saya akhirnya browshing di internet. Hmm beraneka ragam menu diet mayo berceceran di mbah google. Berbekal email yang dikirm teman saya ini lah menu diet mayo :
Hari ke-1 dan ke-8
Pagi : 1 cangkir kopi/teh dengan 1 sendok gula equal
Siang : 2 butir telur rebus matang + 1 ikat bayam direbus sebentar + 1 buah tomat segar
Malam : 100 gr daging bistik goreng + selada diberi jeruk citrun/jeruk nipis
Hari ke-2 dan ke-9
Pagi : 1 cangkir kopi/teh dengan 1 sendok gula equal
Siang : 60 gr bistik goreng + selada + 1 buah segar
Malam : 120 gr ayam kukus + 1 gelas susu nonfat tanpa gula.
Hari ke-3 dan ke-10
Pagi : 1 cangkir kopi/teh + 1 sendok gula equal + 1 potong roti tawar bakar
Siang : 2 butir telur rebus + 1 buah tomat + 1 buah segar + 1 ikat bayam/kangkung
Malam : 120 gr ayam kukus + selada ditaburi jeruk citrun/jeruk nipis
Hari ke-4 dan ke-11
Pagi : 1 cangkir kopi/teh + 1 sendok gula equal + 1 potong roti tawar bakar
Siang : 1 butir telur rebus + 1 wortel (rebus sebentar) + 1 potong keju non fat
Malam : 1 mangkok penuh pepaya ditaburi jeruk citrun/nipis + 1 gelas susu non fat tanpa gula
Hari ke-5 dan ke-12
Pagi : 1 wortel besar mentah diparut kasar ditaburi jeruk nipis
Siang : 120 gr ayam kukus dengan sedikit saus mentega yang tidak asin
Malam : 60 gr bistik goreng (minyak jagung) + selada mentah + bayam direbus sebentar
Hari ke-6 dan ke-13
Pagi : 1 cangkir kopi/teh tanpa gula + 1 potong roti tawar bakar
Siang : 120 gr ayam kukus + selada ditaburi jeruk citrun/jeruk nipis
Malam : 2 butir telur rebus + 1 wortel besar mentah diparut kasar ditaburi jeruk nipis
Hari ke-7
Pagi : 1 cangkir kopi/teh tanpa gula equal
Siang : 60 gr bistik goreng + 1 buah segar
Malam : DILARANG MAKAN

Bagaimana setelah melihat menunya? tertarik? Hahahaha, saya aja langsung lemes ngebayanginnya. Ada beberapa syarat lagi nih untuk menjalankannya. Satu hari minum 8 gelas besar air putih (jangan air es), kurang lebih 2 liter air putih. Untuk daging bistik digoreng dalam Danish Butter/minyak jagung/ Butter unsalted (tawar). Sayuran biasanya 1 ikat bayam, jangan direbus terlalu lama (tanpa garam), dan selada dimakan mentah, mentah sodara-sodara (berasa kambing).

Makan malam terakhir pukul 18.00 WIB. Air putih dapat diminum setiap jam. Sebaiknya tinggal di rumah karena kita buang air kecil bisa mencapai 8 kali sehari. Buang air besar jarang sekali karena hampir semua makanan diserap oleh tubuh. Diet ini hanya menghilangkan lemak, jangan takut ada efek sampingan. Keuntungan diet ini jika diikuti secara benar (tidak menyimpang sedikitpun), akan menurunkan berat badan Anda 7 – 8 kg. Diet ini telah diselidiki bahwa keadaan kimia di dalam tubuh semakin membaik, sehingga tidak ada kemungkinan untuk bisa menjadi gemuk lagi.

Asalkan setelah hari ke-14, makan secara normal kembali (tidak berlebihan). Diet ini cukup dilakukan sekali dalam setahun. Yang perlu diperhatikan Apabila lupa, tiba-tiba makan sesuatu yang menyimpang dari diet ini, misalnya hari ke-4 atau misalnya sudah hampir selesai (hari ke-12), diet ini harus diulang
lagi dari hari pertama. Sebab nantinya walaupun berat badan kita turun, tetapi kemungkinan untuk bisa gemuk lagi akan terjadi dengan adanya penyimpangan tersebut.

BERAT….

Tapi sepertinya seru, saya berencana mencoba mulai besok, 2 April 2013. Doakan saja kuat sampai dua minggu ya! Akan saya post cerita-cerita saya tiap harinya di blog ini, dengan urutan hari pertama akan saya tulis di hari kedua, begitu selanjutnya. Dan kita lihat bagaimana hasilnya nanti…

(naima.knisa)

Download MENU DIET MAYO

Di Balik Keraton Kasunanan Surakarta

Finally, akhirnya setelah 23 tahun mengaku lahir, tinggal dan besar di kota Surakarta (atau yang dikenal dengan Solo) saya berkesempatan jalan-jalan di Keraton Kasunanan Surakarta yang terkenal itu. Dengan sedikit norak saya ijin pamer pengalaman jalan-jalan ke dalam keraton solo ya!

Ada dua pintu masuk keraton, di utara dan di selatan. Nah paling enak memang dari utara, kita akan disambut gapura besar setelah melewati Jl. Slamet Riyadi, kemudian memutar jalan searah melewati alun-alun utara yang terdapat beringin kembar ditengahnya. Nah di sisi kiri bisa dilihat ada tembok tinggi bernama Baluwarti, yang dulu berfungsi sebagai benteng keraton. Setelah melewati jalan supit urang di sisi timur, kita akan disambut gerbang utama keraton yang disebut dengan Kori Brajanala Lor, barulah kita akan melihat kemegahan bangunan keraton setelah itu.

Untuk tempat parkir, bisa langsung di depan halaman keraton, tapi sayangnya pintu dan loket masuk keraton tidak melalui pintu utama atau yang disebut dengan Kori Kamandungan. Wisatawan bisa mendapatkan tiket masuk di pintu wisata sebelah timur, biayanya untuk wisatawan domestik Rp 10.000, untuk wisatawan asing Rp 15.000 nah jika ada reporter, liputan dan bersifat komersil, kamera yang dibawa juga dikenakan biaya lho. Nah kalau mau sewa guide, ada abdi dalem yang siap menemani, tambah ongkos sekitar Rp 30.000 yaa.

Masuk ke dalam keraton untuk pertama kalinya kita akan disapa dengan silsilah raja Keraton Kasusnanan Surakarta, yang saat ini dipimpin oleh Paku Buwono XIII. Setelah itu ada maket yang menggambarkan semua wilayah di keraton, yang bisa kita lihat walapun tidak begitu jelas karena kurang terawat. Kunjungan pertawa wisatawan diarahkan ke musium yang berisi peninggalan barang-barang keraon. Seperti sejarah, alat perang, alat musik, alat masak sampai dengan seragam dan kereta kencana.

1

2

Di tengah-tengah musium ada sumur yang dulunya tempat bersemdi raja, airnya bisa diminum dan untuk cuci muka. Baru setelah itu kita memasuki wilayah keraton yang sesungguhnya. Ada peraturan unik di sini, pengunjung yang menggunakan sandal jepit harus melepanya, kalau menggunakan sepatu tertutup boleh, menurut abdi dalem yang sempat saya temui, ini merupakan bentuk penghormatan tamu kepada si pemilik rumah.

Setalah masuk halaman keraton bagian timur ini kita akan disapa oleh halaman begitu luas dengan deretan pohon sawo yang rindang, yang kata abdi dalem, setiap pohon ada penunggunya. Tanah yang kita injak ada dua jenis. Dulunya hanya berupa pasir dari laut pantai selatan saja. Tapi saat ini, tepatnya setelah letusan merapi yang terakhir, halaman ini juga dipenuhi dengan pasir merapi yang permukaannya lebih kasar.

3

Hanya ada beberapa bangsal saja yang bisa kita lihat di dalam keraton ini, seperti Sasana Sewaka yang dikelilingi patung-patung eropa, tempat ini biasanya digunakan untuk acara besar seperti jumenengan, sataupun pernikahan putra putri keraton. Disampingnya ada Sasana Handrawina yang terlihat klasik dengan gaya eropa, disini merupakan tempat seminar atau jamuan tamu kerajaan.

Dari dalam juga terlihat menara tinggi yang menghadap ke luar keraton, namanya Panggung Songgo Buwono, dulunya digunakan untuk mengintai benteng lawan, saat ini dimanfaatkan untuk bertapa raja. Sayangnya tidak semua bagian keraton boleh kita kunjungi. Ada batas-batas yang tidak boleh dilalui wisatawan, dan padahal keraton bagian barat dan selatan masih sangat luas.

6

Sedikit kecewa saya keluar keraton, dan berjalan ke pintu utama di Kori Kamandungan, disana kita disapa oleh dua patung dan dua orang abdi dalem keraton dengan pakaian prajurit. Wisatawan boleh kok berfoto bersama mereka, tapi saat berfoto salah satu dari mereka pasti akan berbisik seperti ini “mbak, mohon seiklasnya untuk mengisi kas prajurit ya!”. Hmm, nggak ada salahnya kan kita ngasih? Toh abdi dalem disana rata-rata hanya digaji sekitar Rp 30.000, – Rp 100.000, per bulan, tergantung masa kerjanya.

5

Satu lagi yang terlewatkan, di sisi barat ada musium kecil tempat memamerkan kendaraan yang digunakan raja, diantaranya adalah kereta kencana dan mobil. Untuk masuk ketempat itu kita dikenakan biaya lagi sebesar Rp 3.000,- dan menggunakan kalung samir yang diberikan oleh petugas. Saat saya tanya kenapa harus pakai samir, dia menjawab “agar selamat, mbak”.  Dan sekedar info saja, ternyata apabila kita beli tiket di tempat ini, bisa berlaku terusan lho, jadi kita hanya membayar Rp 10.000, untuk masuk musium kereta dan keraton sekaligus.

Butuh oleh-oleh? di sekitar keraton banyak sekali menyediakan oleh-oleh yang terjangkau, bisanya berupa pernik-pernik. Nah kalau terasa lapar atau haus, anda bisa menyewa becak atau delman untuk ke pintu keluar keraton sebelah selatan. Tepat di samping Kori Brajanala Kidul kita akan menemui beberapa warung makan yang enak-enak. Salah satu yang terkenal di sana adalah Es Plengeh, warung yang menjual es buah dengan harga Rp 3.000,00 saja per mangkok.

4

Keluar Kori Brojonolo, kita akan menemukan Sithinggil Kidul yang berisi pusaka keraton berupa kerbau albino yang disebut Kyai Slamet. Lalu lapangan luas membentang kembali, namanya alun-alun Kidul. Nah ditempat ini ada dua sisi musium kereta, yang konon dulu bisa jalan sendiri saat mulud tiba. Sore hari disini sangat ramai. Seperti taman hiburan rakyat, dan menjual jajanan seperti bakso bakar, sate kere, jagung rebus, cakue, dan lain sebaginya.

7

Begitu kira-kira perjalanan saya yang memakan waktu sekitar 2 jam. Saran saya kalau bepergian ke Solo gunakan pakaian yang menyerap keringat, cuaca di Solo begitu panas, dan bawa kipas juga boleh. Untuk busana masuk keraton, saya sarankan menggunakan pakaian tertutup. Dan kalau anda tidak tahan menginjak kerikil-kerikil kecil pasir dari gunung Merapi yang ada di halaman keraton, gunakan sepatu tertutup ya!

Visit Jawa Tengah, Solo The Spirit of Java 🙂

(naima. knisa)

artikel ini bisa diunduh di : Di Balik Keraton Kasunanan Surakarta